June 15, 2016

Warisan dalam Agama Islam

Hari ini, kami akan memberikan sebuah artikel tentang warisan. Disini akan dijelaskan mengenai rukun warisan, syarat warisan, dan dasar hukum warisan. Berikut penjelasannya untuk anda.
Warisan

Pengertian
Warisan adalah berpindahnya hak dan kewajiban atas segala sesuatu baik harta maupun tangungan dari orang yang telah meninggal dunia kepada keluarganya yang masih hidup. Lalu apa perbedaannya dengan wasiat? Wasiat adalah perpindahan harta karena ada pesan oleh orang yang meninggal kepada seseorang sebelum ia meninggal dunia. Dan besar wasiat tidak boleh lebih dari 1/3 dari harta yang ditinggalkannya.

Perbedaan Warisan dan Wasiat
Warisan
Wasiat
Setelah meniggal
Sebelum meninggal
Dibagikan pada ahli waris
Kepada Ah;i Waris dan boleh juga kepada orang lain yang penting seagama
Dibagikan sesuai bagiannya masing-masing
Tidak boleh lebih dari 1/3
Dibagikan oleh orang yang ahli dalam ilmu waris
Dibagikan sesuai pesan wasiat baik tulisan maupun terucap


Syarat Pembagian Warisan
  • Harta sudah di selesaikan zakatnya.
  • Membiayai seluruh pengurusan mayat sampai pemakamannya.
  • Melunasi hutang-hutang si mayat, apabila ia memiliki hutang.
  • Memenuhi wasiat si mayat, jika ia berwasiat yang besarnya tidak lebih dari 1/3 harta yang ditinggalkannya.
Dasar Hukum Warisan
  • Karena hubungan darah, ini ditentukan secara jelas dalam QS. An-Nisa:7, 11, 12, 33, dan 176.
  • Hubungan pernikahan.
  • Hubungan persaudaran, karena agama yang di tentukan oleh Al-Qur'an bagiannya tidal lebih dari sepertiga harta pewaris (QS. Al-Ahzab:6).
  • Hubungan kerabat karena sesama hijrah pada permulaan pengembangan Islam, meskipun tidak ada hubungan darah (QS. Al-Anfal: 75).
Rukun Warisan 
  • Muwarrits, si mayit yang meninggalkan harta waris / pemilik harta waris.
  • Warits, ahli waris/pewaris yang berhak mendapatkan harta waris.
  • Mauruts/tarikah/Tirkah, harta waris yang ditingalkan oleh si mayit.
Syarat Warisan
  • Kejelasana tentang Muwarrits (meniggalnya si pemilik harta waris)
  • Kejelasan tentang pemilik harta waris/muwarrits
  • Mengetahui segala tentang ilmu waris (Ilmu Faraid) tentang pembagian harta atau hal yang terkait dengan sebab terjadinya proses waris-mewarisi tersebut dan mengetahui keterkaitan masing-masing ahli waris dengan pemilik harta waris (muwarrits)-nya.
Penghalang Warisan
  • Terlibat kasus Pembunuhan
  • Murtad (Keluar dari Islam)
  • Mahjub (Terhalang karena terputusnya tali persaudaraan)
Ahli Waris Laki-Laki yaitu sebagai berikut:
  • Anak laki-laki
  • Cucu laki-laki dari anak laki-laki dan terus kebawah
  • Bapak
  • Kakek dari bapak dan terus ke atas
  • Saudara laki-laki sekandung 
  • Saudara laki-laki seibu
  • Anak laki-laki saudara laki-laki kandung
  • Anak laki-laki saudara laki-laki sebapak
  • Paman yang sekandung dengan bapak
  • Paman yang sebapak dengan bapak
  • Anak laki-laki paman yang sekandung dengan bapak
  • Anak laki-laki paman yang sebapak dengan bapak 
  • Suami
  • Laki-laki yang memerdekakan pewaris
Ahli Waris Perempuan yaitu sebagai berikut:
  • Anak Perempuan
  • Cucu perempuan dari anak laki-laki
  • Ibu
  • Nenek dari ibu
  • Nenek dari bapak
  • Saudara perempuan kandung
  • Saudara perempuan bapak
  • Saudara perempuan seibu
  • Istri
  • Wanita yang memerdekakan pewaris

Demikian penjelasannya terkait Warisan. Semoga bermanfaat. Terimakasih.



Berkomentar dengan sopan dan benar, trimakasih.