December 7, 2015

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia Lengkap

Hari ini, saya akan memposting sebuah artikel tentang jenis-jenis manusia purba di Indonesia. Di artikel ini, akan dijelaskan jenis-jenis manusia purba seperti Meganthropus Paleojavanicus hingga Homo Sapiens. Berikut artikenya untuk anda:

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia 

Meganthropus Paleojavanicus
Meganthropus Paleojavanicus

Masa praaksara tidak meninggalkan bukti tertulis tetapi meninggalkan benda-benda hasil kebudayaan manusia, termasuk fosil manusia yang hidup di masa itu. Sisa-sisa peninggalan tersebut ditemukan pula di Indonesia, tertuma di Pulau Jawa. Temuan fosil manusia purba ini menjadi petunjuk bahwa Indonesia pernah dihuni oleh masyarakat praaksara. Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, menurut usianya antara lain dikelompokkan atas 3 jenis, yaitu Meganthropus palejavanicus, Pithecanthropus, serta Homo.

Meganthropus paleojavanicus

  • Fosil Meganthropus paleojavanicus yang ditemukan oleh Ralph Von Koeningswald (tahun 1936-1941) di daerah Sangiran (Surakarta). Temuan fosil itu berupa rahang bawah dan atas, serta gigi-gigi yang lepas. Dinamakan Meganthropus paleojavanicus karena fosil ini diperkirakan berumur paling tua, yaitu 1-2 juta tahun (menurut umur lapisan tanah / stratigrafi). Jadi, Meganthropus palejavanicus (mega = besar, anthropus = manusia, paleo = tua, dan Javanicus = Jawa) disebut sebagai manusia purba tertua dan terbesar di Pulau Jawa.
  • Ciri-Ciri Meganthropus paleojavanicus
    • Berbadan tegap dan kekar.
    • Memiliki rahang dan geraham yang besar dan kuat.
    • Tidak berdagu.
    • Memiliki tonjolan tajam di bagian belakang kepala dan kening.
    • Bertulang p=ipi yang tebal.
    • Memakan jenis tumbuh-tumbuhan.

Pithecanthropus 

  • Pithecanthropus atau yang dikenal sebagai manusia yang menyerupai kera (pithecos  = kera dan anthropus = manusia). Fosil manusia purba jenis inilah yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan penelitian para ahli arkeologi, fosil pithecanthropus berumur 30.000 tahun - 2 juta tahun (menurut umur lapisan tanah / stratigrafi)
  • Ciri-Ciri Pithecanthropus
    • Berbadan tegak (tidak setegap Meganthropus paleojavanicus).
    • Memiliki tinggi badan berkisar antara 165-180 cm. 
    • Memiliki kening yang tebal dan agak menonjol.
    • Berhidung lebar.
    • Tidak berdagu.
    • Memilki rahang dan geraham yang besar dan cukup kuat.
  • Berikut ini di jelaskan jenis-jenis Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia.
    • Pithecanthropus erectus 
      • Pithecanthropus erectus adalah fosil manusia jenis Pithecanthropus yang paling dulu dan paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil manusi ini kali pertama ditemukan oleh Eugene Dubois (1891) di Trinil (di sekitar Sungai Bengawan Solo). Bagian fosil manusia uang ditemukan oleh Duboi ini antara lain berupa bagian atas tengkorak dan tulang paha. Berikut ciri-ciri dari Pithecanthropus erectus:
        • Berbadan tegap.
        • Memiliki tinggi badan berkisar antara 160 - 180 cm dan berat badan 80 - 100 kg.
        • Memilik rahang dan geraham yang cukup kuat (tetapi tidak sekuat Pithecanthropus Mojokertensis).
        • Memiliki kening yang sempit dan menonjol.
        • Tidak berdagu.
        • Berhidung lebar.
        • Memiliki rahang yang menonjol ke depan.
        • Memilki volume otak berkisar 750 - 1000 cc dengan otak kecil yang belum berkembang.
    • Pithecanthropus soloensis
      •  Fosil Pithecanthropus soloensis ditemukan pada tahun 1931-1933 di Ngandong dan Sangiran (tepi Sungai Bengawan Solo) oleh R. Von Koeningswald dan Oppenorth. Fosil yang ditemukan antara lain berupa tengkorak dan beberapa tulang kering. Berikut ciri-ciri dari Pithecanthropus soloensis:
        • Berbadan tegap.
        • Memiliki tinggi badan berkisar antara 165 - 180 cm.
        • Memiliki tengkorak yang lonjong, tebal, dan kokoh.
        • Memiliki kening yang berisi dan menonjol.
        • Memilki akar hidung yang lebar.
        • Memiliki tulang pipi yang besar dan kasar.
        • Memiliki volume otak berkisar antara 1000 - 1300 cc.
    • Pithecanthropus mojokertensis atau Pithecanthropus robustus
      • Fosil Pithecanthropus mojokertensis kali pertama ditemukan pada tahun 1936 di sebelah utara Mojokerto oleh R. Von Koeningswald. Fosil yang ditemukan antara lain tengkorak anak (diperkirakan berusia 6 tahun). Berikut ciri-ciri dari Pithecanthropus mojokertensis atau robustus:
        • Berbadan tegap.
        • Memiliki tinggi badan berkisar antara 165 - 180 cm.
        • Memiliki kening yang tebal dan menonjol.
        • Memiliki tulang pipi yang kuat.
        • Memiliki volume otak berkisar antara 650 - 1000 cc.


Homo

  • Homo adalah manusia purba paling muda dan mendekati ciri-ciri manusia modern. Setelah diteliti, Homo memiliki tingkat perkembangan dan kesempurnaan yang lebih tinggi daripada Meganthropus dan Pithecanthropus. Menurut startigrafinya, para ahli sejarah dan arkeologi memperkirakan bahwa usia Homo berkisar antara 25000 - 40000 tahun. Berikut ciri-ciri Homo:
    • Memiliki volume otak berkisar antara 1000 - 2000 cc dengan otak kecil yang telah berkembang.
    • Memiliki tinggi badan berkisar 130 -210 cm dan berat badan 30 - 150 kg.
    • Memiliki dahi yang bulat dan tinggi.
    • Otak kunyah, gigi, dan rahang telah menyusut.
    • Memiliki dahi yang bulat dan tinggi.
  • Berikut ini dijelaskan 2 jenis Homo yang ditemukan di Indonesia:
    • Homo wajakensis
      • Fosil Homo wajakensis ditemukan pertama kali di daerah Wajak, Tulungagung, Jawa Timur tahun 1889 oleh Van Reitschotten. Fosil yang ditemukan antara lain berupa tengkorak dan ruas leher. Homo wajakensis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
        • Memiliki tengkorak yang besar dengan volume otak berkisar antara 1000 - 1700 cc.
        • Memilki wajah yang tebah dan datar.
        • Memiliki akar hidung yang lebar.
        • Memiliki rahang bawah yang masif dan gigi yang besar.
        • Memiliki tinggi badan berkisar antara 160 - 180 cm.
        • Memiliki ciri-ciri umum yang menyerupai ras Mongoloid dan Austramelanosoid.
    • Homo soloensis
      • Sesuai dengan namanya, Homo soloensis pertama kali ditemukan di Ngandong (sekitar lembah Sungai Bengawan Solo) pada tahun 1931-1934 oleh Ter Haar dan Oppenorth. Homo soloensis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
        • Berbadan tegap.
        • Memiliki tinggi badan berkisar antara 160 - 180 cm.
        • Memiliki volume otak berkisar antara 1000 - 1300 cc dengan tengkorak yang lebih besar daripada tengkorak Pithecanthropus erectus.
    • Homo sapiens
      • Homo sapiens adalah manusia purba generasi akhir yang di temukan di Indonesia. Homo sapiens disebut sebagai manusia cerdas. Perawakan fisik Homo sapiens hampir menyerupai perawakan manusia modern.

Terimakasih telah membaca artikel  "Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia Lengkap" Mohon maaf jika ada kesalahan kata dari artikel yang kami berkan ini.

3 Comments

Click here for comments
Magie S
admin
December 9, 2015 at 12:22 PM ×

Satu hal yang kadang saya pikirkan. Apakah wujud manusia sekarang dapat berubah bentuk beberapa ribu/juta tahun mendatang ya? he

Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya

Reply
avatar
December 13, 2015 at 10:17 AM ×

bisa berubah bentuk, karena manusia akan mengalami proses seleksi alam. Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah.

Reply
avatar
December 13, 2015 at 2:59 PM ×

bisa berubah bentuk, karena manusia akan mengalami proses seleksi alam. Seleksi alam adalah kemampuan alam untuk menyaring terhadap semua organisme yang hidup di dalamnya, dimana hanya organisme yang mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang akan selamat, sedangkan yang tidak mampu menyesuaikan diri akan mati atau punah.

@Muhammad Danial Machbubi

Reply
avatar

Berkomentar dengan sopan dan benar, trimakasih.