November 14, 2015

Jamur Lendir (Myxomycota) dan Jamur Air (Oomycota)

Hari ini kami akan memberikan seuah artikel Biologi dengan bab Protista, dengan judul "Jamur Lendir (Myxomycota) dan Jamur Air (Oomycota)"  Di artikel ini kami akan Menjelaskan Jamur lendir (Myxomycota) serta Jamur air (Oomycota). Berikut adalah artikelnya.

Baca Juga : 



Jamur Lendir (Myxomycota dan Acrasiomycota) 

Jamur lendir hanya memiliki beberapa sifat yang mirip dengan jamur sejati. Struktur Vegetatif jamur lendir disebut plasmodium, apa yang dimaksud dengan plamodium ? Plasmodium yaitu masa sitoplasma berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding yang kuat. Plasmodium bergerak dengan gerakan ameboib di atas subtrat dan dapat mencerna mikroorganisme serta partikel partikel bahan organik yang membusuk di dalam selnya. Selama kondisi lingkungna baik, plasmodium melanjutkan fase vegetatifnya, masa sel bertambah dan inti terus membelah.

Jika plamodium merayap ketempat yang kering, maka akan membentuk badan buah (fruiting body). Badan buah berkembang dan membentuk spora bertinti satu yang diselubungi dinding sel. Spora yang lepas dari badan buah akan menjadi gamet ameboid berflagel satu. Dua gamet akan bergabung menjadi zigot berflagel dua. kemudain zigot akan kehilangan flagela dan menjadi plasmoid baru. Jadi inti plasmodium bersifat diploid. Meiosis terjadi pada waktu spora spora akan terbentuk.


gambar siklus hidup jamur lendir hd
gambar siklus hidup jamur lendir

VIDEO TENTANG SIKLUS JAMUR LENDIR





Ke dalam jamur lendir termasuk pula Acrasiae yang pada dasarnya lebih mirip dengan protozoa uniseluler. Bentuk vegetatifnya terdiri atas sel berinti satu yang ameboid. Sel sel ini memperbanyak diri dengan pembelahan biner Bentuk vgetatif ini sulit dibedakan dengan ameba (protozoa).

Pada fase vegetatif berbentuk lendir / plasmoid mirip ameba yaitu bergerak mengelilingi makanan dan mencernanya di vakuola makanan. Plasmodium dewasa membentuk sporagnium mirip jamur. Spora membentuk sel gamet berflagela. Dua sel gamet melakukan singami dan terbentyk zigot yang kemudian tumbuh menjadi plasmodium dewasa.

jika keadaan memungkinkan, sel sel ameboid itu akan bergabung dan membentuk badan buah.

Dapat disimpulkan bahwa, ciri myxomycita yang menyerupai jamur ialahpada waktu stadium badan buah, sedangkan stadium vegetatifnya mirip protozoa (ameboid). Stadium miselium (pada waktu terbentuk badan buah ) dan stadium vegetatif pada dasarnya memiliki struktur yang sama, yani senositik dan menunjukkan aliran sitoplasma. Perbedaanya adalah aliran sitoplasma pada stadium miselium ini dibatasi oleh dinding badan buah (Raven et al.2005; Solomon et al 2005).


Jamur Air (Oomycota) 

Jamur air ni memiliki hifa tak bersekat melintang dan dinding selnya dari selulosa. Reproduksi aseksual dengan membentuk zoospora berflagela dua yang tumbuh menjadi hifa baru. Reproduksi seksual dengan fertilisasi sel gamet yang menghasilkan zigot. Zigot membentuk oospora ( Spora yang berdinding tebal ) yang tumbuh menjadi hifa baru. Contohnya adalah : Phytopthor, Pythium, dan downy mildew. 

Jamur air (Oomycota) dulu dikelompokan dalam kingdom jamur karena memiliki banyak kemiripan. Keduanya memiliki tubuh yang disebut miselium yang tumbuh di atas materi organik. Jamur air bersifat heterotrofik, baik secara parasit maupun saprofit. Jamur tersebut mengambil makanan dengan memasukkan hifa ke dalam jaringan inang, mengeluarkan enzim pencerna dan kemudian mengisap larutan hasil pencernaan.

Hifa pada Oomycota mempunyai dinding sel yang mengandung selulosa dan tidak mempunyai septa (senositik), kecuai pada struktur reproduksinya. Jika persediaan makanan banyak dan kondisi lingkungan menguntungkan, jamur air akan melakukan reproduksi aseksual. Pada reproduksi ini, ujung hifa membengkak, yang disebut dengan zoosporangium. Di dalam zoosporangium akan terbentuk zoospora berflagela dua. Jika keadaan lingkungan memburuk jamur air akan memulai reproduksi seksual.

Reproduksi seksual melibatkan pembentukkan anteredium dan oogonium di ujung hifa vegetatif. Jika anteredium bersentuhan dengan oogonium akan menghasilkan fertilisasi yang akan menembus oogonium dan menyediakan jalan bagi perpindahan inti.

Pembuahan oosfer (sel telur) menghasilkan zigot. Zigot mempunyai dinding sel yang tebal dan tahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti udara dingin serta kekeringan. Zigot akan berkembang menjadi oospora , seperti gambar berikut :

gambar Siklus hidup Oomycota
Gambar1 Siklus hidup Oomycota
 Gambar siklus oomycota yang lain :




Terimakasih sekian artikel saya dengan judul "Jamur Lendir (Myxomycota) dan Jamur Air (Oomycota) " semoga bermanfaat bagi anda, artikel ini bersumber dari berbagai buku. Semoga tugas anda terbantu dengan artikel ini, terimakasih.

1 komentar:

Click here for comments
Indra Sr
admin
October 25, 2016 at 8:47 AM ×

gambar siklus reproduksinya seharusnya menggunakan bahasa indonesia supaya mudah dipahami....

Reply
avatar

Berkomentar dengan sopan dan benar, trimakasih.