October 23, 2015

Artikel Daerah Aliran Sungai (DAS) Penjelasan Lengkap

loading...
    Pada bab Dinamika Hidrosfer Geografi SMA kelas X, kami akan secara khusus menjelaskan tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) mulai dari pengertian, macam-macam dan manfaatnya, fungsi, manfaat, akibat banjir pada DAS serta bagaimana menjaga kelestarian DAS. Berikut penjelasannya.




Artikel Daerah Aliran Sungai (DAS)


A.    Pengertian Daerah Aliran Sungai


Setiap sungai mempunyai daerah aliran sungai (DAS) dan setiap sungai tersebut memiliki karakteristik dan kondisi DAS yang berbeda-beda. DAS merupakan daerah yang berada di sekitar sungai. Apabila turun hujan di daerah tersebut, maka air hujan yang turun akan mengalir ke sungai-sungai yang ada disekitar daerah yang dituruni hujan. Karena manfaan DAS adalah menerima, menyimpan, dan mengalirkan hujan yang jatuh melalui sungai.


Beberapa Definisi Lain Tentang DAS


Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang menerima, menampung dan menyimpan air hujan untuk kemudian menyalurkan ke laut atau danau melalui satu sungai utama. Dengan demikian suatu DAS akan dipisahkan dari wilayah DAS lain di sekitarnya oleh batas alam (topografi) berupa punggung bukit atau gunung. Seluruh wilayah daratan habis terbagi ke dalam unit-unit Daerah Aliran Sungai (DAS).

Daerah Aliran Sungai (DAS) secara umum didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah/ kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi (punggung bukit) yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar dari sungai utama ke laut atau danau. DAS atau daerah aliran sungai adalah bagian permukaan bumi yang airnya mengalir ke dalam sungai induk pada saat terjadi hujan. DAS meliputi sungai beserta beberapa anak sungainya yang ada pada suatu daerah. Dengan kata lain, dapat diartikan bahwa DAS adalah wilayah tampungan air yang masuk ke wilayah air sungai yang lebih besar dan berakhir di muara sungai.

Dari beberapa  definisi di atas, dapat dikemukakan bahwa DAS merupakan ekosistem, dimana  unsur organisme dan lingkungan biofisik serta unsur kimia berinteraksi secara dinamis dan di  dalamnya terdapat keseimbangan  inflow dan  outflow dari material dan energi. Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan wilayah yang paling tepat bagi pembangunan, tempat bertemunya kepentingan nasional dengan kepentingan setempat. Pembangunan ekonomi yang mengolah kekayaan alam Indonesia harus senantiasa memperhatikan bahwa pengelolaan sumber daya alam juga bertujuan untuk memberi manfaat pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu, sumber daya alam terutama hutan, tanah, dan air harus tetap dijaga agar kemampuannya untuk memperbaiki diri selalu terpelihara.

B.  Macam-Macam DAS


Daerah Aliran Sungai dibedakan menurut daya tampungnya, yakni Daerah Aliran Sungai gemuk dan Daerah Aliran Sungai kurus.

1.    DAS gemuk, yaitu suatu DAS yang luas sehingga memiliki daya tampung air yang besar. Sungai dengan DAS seperti ini, airnya cenderung meluap bila di bagian hulu terjadi hujan deras.

2.    DAS kurus, yaitu DAS yang relatif tidak luas sehingga daya tampung airnya kecil. Sungai dengan DAS semacam ini luapan airnya tidak begitu hebat ketika bagian hulunya terjadi hujan lebat.



Daerah Aliran Sungai juga dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yakni bagian hulu, bagian tengah, dan bagian hilir.

1.    Bagian hulu, didasarkan pada fungsi konservasi yang dikelola untuk mempertahakan kondisi lingkungan DAS agar tidak terdegradasi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kondisi tutupan vegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit), dan curah hujan.

2.    Bagian tengah,
didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi yang antara lain dapat diindikasikan dari kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air tanah, serta terkait pada prasana pengairan seperti pengelolaan sunagi, waduk, dan danau.

3.    Bagian hilir, pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat untuk kepentingan sosial dan ekonomi, yang diindikasikan melalui kuantitas dan kualitas air, kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait dengan kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaan air limbah.

C.   Fungsi Daerah Aliran Sungai


Daerah Aliran Sungai sebagai suatu hamparan wilayah atau kawasan yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya ke laut atau danau. Sehingga fungsi hidrologisnya sangat dipengaruhi oleh jumlah curah hujan yang diterima dan geologi yang mempengaruhi bentuk lahan. Adapaun fungsi hidrologis yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1.    Mengalirkan air

2.    Menyangga kejadian puncak hujan

3.    Melepas air secara bertahap

4.    Memelihara kualitas air

5.    Mengurangi pembuangan massa (seperti tanah longsor)


D.  Manfaat Daerah Aliran Sungai


Sebagai tempat penampungan air hujan dan banyak manfaat lain dari DAS bagi kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan, DAS harus selalu dijaga kelestariannya. Cara menjaga kelestarian DAS antara lain tidak menggunduli hutan/tanaman-tanaman di areal DAS. Cara lainnya yaitu tidak mendirikan bangunan di areal DAS sebagai tempat pemukiman atau keperluan lainnya. Kerusakan DAS dapat terlihat dari adanya tanda-tanda yang berupa:

a.    Lahan pertanian di sekitar DAS, tanahnya gundul, tandus, dan kritis.

b.    Di sekitar DAS menjadi tempat pemukiman penduduk yang padat

c.    Air sungai meluap

d.   Sering terjadi banjir

e.    Terbentuk delta (daerah aluvial) sungai

f.     Dataran pantai (tempat bermuaranya sungai) bertambah luas.

g.    Terbentuknya endapan yang terjadi di kanan kiri sungai


E.  Akibat Banjir yang Melanda Daerah Aliran Sungai


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, akibat banjir yang melanda sungai banyak akibatnya. Hal tersebut bergantung banyaknya air yang mengalir, keterjalan lereng, dan kecepatan banjir. Ketahanan terhadap banjir mempengaruhi terjadinya erosi. Erosi diawali dari proses pelapukan. Dalam proses ini, berbagai macam faktor lingkungan dapat melepaskan tanah dan batuan menjadi serpih-serpih yang lepas dan bebas dari masa induknya dan bergerak menuju tempat yang baru. Dengan berpindahnya serpihan tanah dan batuan dari lereng-lereng gunung menuju dasar lembah, sungai mengalami proses erosi.

Daya erosi banjir dapat menjadi tidak terlalu besar jika wilayah yang terjadi banjir banyak terdapat tanaman. Tanaman tersebut dapat menguarangi jatuhnya air hujan sehingga air hujan yang melalui tanaman akan merembes ke dalam tanah. Sebaliknya, wilayah yang tidak terdapat banyak tanaman, air hujan akan langsung menuruni lereng-lereng karena tidak ada penahannya berupa tanaman.

Faktor-faktor yang menyebabkan erosi, antara lain terkikisnya bukit-bukit karang, bongkahan strata yang masih bertahan akan terpisah dari masa induknya sehingga akan terjadi berbagai macam bentuk bukit. Jika sisa kikisan massa dari bukit-bukit karang atau pecahan batu karang akan terbawa aliran sungai, pecahan-pecahan tersebut akan menggores dasar sungai dan sungai akan menjadi lebar dan semakin dalam.

Yang kedua, penyebab erosi adalah adanya tenaga hidrolik. Pengaruh kuat dari air yang mengalir pada karang yang dapat melepas dan menggali kepingan-kepingan dalam jumlah yang sangat besar. Air yang mengalir juga melarutkan sejumlah kecil materi yang larut ke dalam larutan. Hujan dapat menentukan pembentukan permukaan tanah melalui proses erosi.


F.   Menjaga Kelestarian Daerah Aliran Sungai


            Agar DAS dan lingkungannya kembali pulih menjadi lahan potensial, maka beberapa hal yang harus dilakukan sebagai usaha-usaha melestarikannya.

1.    Melakukan terasering dan penghijauan pada daerah lahan miring di lingkungan DAS untuk memperkecil intensitas erosinya.

2.    Menjamin kelestarian hutan di DAS hulu dengan segera mereboisasi kawasan hutan produksi.

3.    Menjamin DAS dari pencemaran limbah industri

4.    Membuat peraturan tentang penebangan hutan secara liar

5.    Membuat batasan daerah pemukiman penduduk dengan kawasan DAS


Itulah tadi penjelasan dari Daerah Aliran Sungai (DAS). Simak terus postingan terbaru kami di gerbangilmu.com. Semoga artikel ini dapat membantu PR atau tugas sekolahmu dan memambah wawasan tentunya.

Jangan lupa share artikel kami ini melalui tombol share di bawah ke teman-teman lainnya. Terima kasih sudah berkunjung di gerbangilmu.


Sumber Pustaka:

Suparmin,  Wahyuningrum, E.P.L., Sekar Galuh., Eko Nugroho, Sapto., dan Noviani, Rita,. 2013. Geografi: Pendekatan Saintifik Kontekstual. Surakarta: Mediatama
loading...

Berkomentar dengan sopan dan benar, trimakasih.

loading...