July 1, 2014

Pengertian Vulkanisme - IPS Geografi

loading...
IPS Geografi - Hari ini saya akan memposting sebuah artikel dengan judul Pengertian Vulkanisme, bukan hanya pengertian nya saja tapi saya akan berikan semua tentang Vulkanisme secara lengkap. Beirkut 

Vulkanisme. Apa yang dimaksud dengan vulkanisme ? Vulkanisme adalah semua gejala yang Erupsi (Letusan gunung api). Letusan gunung api dapat berupa lelehan (Efusif) melalui rekahan rekahan pada lapisan batuan, dapat pula berupa ledakan (eksplosif) melalui lubang kepundan atau corong gunung. Bahan bahan lepas yang dimuntahkan gunung api saat meletus disebut efleta. Berdasarkan ukurannya efleta dapat berupa bom (bongkahan batu besar), lapili (Batu kerikil), pasir vulkanik dan abu vulkanik.
berhubungan dengan terjadinya aktivitas magma dalam litosfer yang keluar sampai ke permukaan bumi. Proses keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan bumi disebut dengan nama

Magma dalam litosfer bersifat cair dan berpijar sangat panas berasal dari inti bumi. Magma yang keluar sampai ke permukaan bumi disebut lava. Keluarnya lava ini biasanya ditandai dengan adanya ledakan ledakan (eksplosif). Namunada pula lava yang keluar dengan tenang tanpa mengeluarkan ledakan ledakan (efusif) contohnya lava yang keluar di gunung api di Hawai. Lava yang telah bercampur dengan batuan, pasir, tanah dan air berbentuk lumpur disebut dengan lahar. Berdasarkan keadaannya lahar dibedakan menjadi 2 yaitu lahar panas dan lahar dingin.


Magma dalam litosfer ada pula yang menerobos melalui rekahan rekahan lapisan batuan tetapi tidak sampai ke permukaan bumi, peristiwa seperti ini disebut intrusi magma. Apabila penerobosan magma atau intrusi magma ini membeku akan membentuk batuan intrunsif.  Berdasarkan bentuknya batuan intrunsif dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu:
  1. Lakolit, yaitu batuan intrunsif yang bentuknya cembung
  2. Sill, yaitu batuan intrunsif yang bentuknya pipih dan tipis
  3. Dikes, yaitu batuan intrunsif yang bentuknya memanjang dan memotong lapisan batuan yang lain
  4. Korok atau gang, yaitu batuan intrunsif yang merupakan cabang dari dikes.
  5. Batholit, yaitu batuan intrunsif yang terjadi atau membeku di dapur magma.
Telah dijelaskan di atas. Bahwa vulkanisme juga bias diartinya keluarga magma dari perut bumi melalui kepundan gunung api. Magma yang keluar ke permukaan bumi melalui lubang kepundan akan menimbulkan letusan yang disebut eksplosif atau ledakan. Letusan gunung api atau eksplosif ini akan menyebabkan terbentuknya macam macam atau tipe gunung api. Berdasarkan proses letusannya, gunung api dikelompokan menjadi 3 tipe, yaitu
  1. Gunung api Maar
    Gunung api maar yaitu gunung api yang terbentuk akibat letusan atau ledakan (eksposif) yang terjadi sangat kuat dan hanya satu kali. Kawah gunung api maar ini biasanya terbentuk danau kecil (danau kawah), sehingga puncaknya tidak lancip. Bahan bahan yang dikeluarkan berupa eflata yaitu bahan bahan lepas, seperti bom, lapili, pasir, dan abu vulkanik. Contoh jenis gunung api yang terbentuk maar antara lain : gunung lamongan di jawa timur, gunung monte nuovo (italia), dan gunung penacate (meksiko).
  2. Gunung Api Perisai (Tameng)
    Gunung api perisai adalah gunung api yang terbentuk akibat letusan atau erupsi tipe efusif, berupa lelehan lava yang sangat luas. Ciri utama gunung api perisai yaitu lerengnya sangat landai bahkan hampir datar (kemiringannya antara 10 sampai dengan 100). Contoh gunung api jenis perisai ini yang sering kali kita jumpai yaitu di kepulauan Hawai Amerika Serikat. Bahan yang dikeluarkan berupa lava yang berifat cair.
  3. Gunung Api Kerucut (Strato)
    Gunung api strato adalah gunung api yang berbentuk seperti kerucut. Gunung api kerucut ini terjadi akibat letusan (eksplosif) dan lelehan (efusif) secara berulang ulang dan bergantian. Bahan yang dikeluarkan berlapis lapis sehingga disebut lava gunung api strato. Sebagian besar gunung api di indonesia berbentuk strato atau kerucut, contohnya gunung api semeru (jawa timur), gunung api merapi (jawa tengah), dan gunung Api agung (Bali). 
Gunung api yang terdiri atas tiga tipe tersebut, apabila kita perharikan ada yang masih aktif mengeluarkan kepulan asap dan ada juga yang tidak mengeluarkan asap. Jika gunung api tersebut masih mengepulkan asap berarti gunung api tersebut masih aktif, jika tidak berarti tidak aktif. Berdasarkan aktifitasnya gunung api dikelompokan menjadi tiga tipe, yaitu:
  1. Gunung api Aktif
    Gunung api aktif adalah gunung api yang masih bekerja dan kawahnya selalu mengeluarkan asap, gempa dan letusan.
  2. Gunung api Mati.
    Gunung api mati adalah gunung api yang lama sekali (sejak tahun 1600) sudah tidak meletus lagi.
  3. Gunung api Istirahat.
    Gunung api istirahat adalah gunung api yang sewaktu waktu meletus dan kemudian istirahat kembali.
 Trimakasih sekian artikel dari saya dengan judul Pengertian Vulkanisme - IPS Geografi - Pengertian Vulkanisme adalah. Dan bentuk batuan intrunsif. Dan Berdasarkan proses letusannya gunung api dan Berdasarkan aktifitasnya gunung api. Beserta pengertian,
loading...

Berkomentar dengan sopan dan benar, trimakasih.

loading...